Minggu, 14 Desember 2008

Pidato Menteri Koperasi 2008

Disampaikan pada:
PUNCAK PERINGATAN HARI KOPERASI KE 61
Jakarta, 12 JULI 2008
PIDATO MENTERI NEGARA KOPERASI DAN
USAHA KECIL DAN MENENGAH

”REVOLUSI PERKOPERASIAN
MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI RAKYAT”
 Yang kami hormati Presiden Republik Indonesia Bapak H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono,
 Yang terhormat Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
 Yang Mulia para Duta Besar Negara Sahabat dan perwakilan Lembaga Internasional,
 Yang terhormat Ketua Umum DEKOPIN Bapak Adi Sasono, Ketua DEKOPINWIL dan DEKOPINDA seluruh Indonesia,
 Yang terhormat Gubernur DKI Jakarta dan para Gubernur, Bupati, dan Walikota Seluruh Indonesia,
 Yang kami banggakan para Pimpinan Induk- koperasi, Pusat koperasi dan Koperasi Primer dari seluruh Indonesia,
 Hadirin yang kami muliakan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Dengan hati ikhlas, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, kasih sayang dan petunjuk yang diberikan Allah kepada kita semua.
Alhamdulliah, tak terasa hari ini telah 61 tahun Koperasi Indonesia berdiri dan berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dalam kurun waktu itu banyak yang telah dicapai, tetapi masih lebih banyak lagi yang harus dikerjakan. Gerakan koperasi ditanah air telah menunjukan kemajuannya. Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.
Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada gerakan koperasi di seluruh Indonesia yang berkeinginan untuk melakukan perubahan besar dan lebih aktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Apresiasi tersebut pantas diberikan apabila kita lihat perkembangan koperasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2007 jumlah koperasi mencapai 148.913 unit atau meningkat 5,98% dari 140.508 unit pada tahun 2006. Jumlah anggota Koperasi pada tahun 2006 sebanyak 28.627.562 orang, telah bertambah menjadi 29.031.802 orang atau meningkat 1,41% pada tahun 2007.
Pada kurun yang sama, dari segi usaha, koperasi mengalami peningkatan Modal Usaha sebesar 17,7%, dari Rp. 39,16 triliun menjadi Rp. 46,09 triliun. Sisa Hasil Usaha meningkat 38,46%, dari Rp. 2,6 triliun menjadi Rp. 3,6 triliun.
Hal tersebut menunjukan bahwa koperasi tetap menjadi instrumen yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bapak Presiden yang kami hormati dan hadirin yang berbahagia,
Tema hari koperasi ini adalah “Revolusi perkoperasian Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat”. Tema tersebut menunjukan bahwa gerakan koperasi ingin melakukan perubahan cepat untuk menjadi instrumen yang paling efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Revolusi perkoperasian tersebut dilakukan untuk membangun ekonomi rakyat yang menjadi sasaran utama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi Indonesia yang merata dan berkeadilan.
Namun, yang paling penting dan mendesak untuk direvolusi saat ini adalah cara berpikir kita tentang koperasi. Kita harus bergegas untuk mengubah pola pikir yang klasik dan klise, yang memandang koperasi sebagai bangun usaha yang gurem, lemah, terbelakang dan karenanya pantas menjadi objek belas kasihan. Cara berpikir seperti itu tidak memberi keuntungan apapun untuk pendewasaan dan kemandirian berkoperasi. Dan cara pandang seperti itu sama sekali bertentangan dengan fakta dan realitas koperasi dewasa ini.
Survey dari berbagai sumber nyata-nyata menyebutkan bahwa semakin banyak koperasi yang telah mampu melakukan kegiatan usaha secara modern dan profesional dengan skala besar. Semakin banyak metode-metode inovasi dalam berproduksi di lingkungan koperasi berkat diterapkannya teknologi mutakhir oleh sejumlah koperasi. Terdapat koperasi konsumen di lingkungan pekerja di Kota Bontang, Kaltim, yang mempunyai anggota 2.828 orang dan mampu mempekerjakan karyawan sebanyak 100 orang. Koperasi ini mempunyai asset 26 miliar rupiah. Ada pula Koperasi Unit Desa di Pasuruan yang beranggotakan 9.282 orang dan mempunyai asset 11 miliar rupiah dengan volume usaha 34, 75 miliar rupiah. Bahkan, pada tanggal 3 Juli 2008 di Kota Palembang ada koperasi yang mendapatkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), karena mampu menerima pendaftaran anggota sebanyak 17.000 orang dalam satu hari.

Bapak Presiden dan hadirin yang terhormat,
Dalam kesempatan ini saya selaku Menteri Negara Koperasi dan UKM ingin menyampaikan ungkapan terima kasih dari masyarakat koperasi serta UKM di seluruh Indonesia kepada Bapak Presiden atas berbagai kebijakan yang telah berpihak kepada Koperasi dan UKM serta kaum lemah pada umumnya. Ungkapan terima kasih itu terutama berkaitan dengan telah ditetapkannya kebijakan hapus tagih tunggakan Kredit Usaha Tani (KUT) tahun penyediaan 1998/1999 dan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kebijakan KUT dapat menolong koperasi, khususnya KUD yang selama ini terbelenggu oleh tunggakkan KUT. Selain itu, petani yang tergabung dalam KUD dapat melakukan aktifitas ekonominya kembali.
Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kebijakan yang sangat ditunggu-tunggu dan sangat diminati oleh masyarakat koperasi dan UMKM untuk memenuhi kebutuhan modal usaha. Hal itu tampak dari Realisasi KUR per tanggal 11 Juli 2008 mencapai Rp. 8,612 triliun dengan jumlah debitur 956.076 orang atau rata-rata kredit Rp. 9 juta per debitur.


Bapak Presiden dan hadirin yang berbahagia,
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono yang telah berkenan hadir.
Kami yakin kehadiran Bapak dan Ibu dapat membangkitkan semangat dan tekad gerakan koperasi untuk melakukan perubahan besar bagi perekonomian bangsa melalui kekuatan ekonomi rakyat secara mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan.
Selanjutnya dengan segala hormat kami mohon Bapak Presiden berkenan menyampaikan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dan Satya Lencana Pembangunan kepada mereka yang berhak menerimanya. Untuk itu dengan hormat, kami mohon Bapak Presiden berkenan menyampaikan arahan, nasehat dan bekal kepada gerakan koperasi di seluruh Tanah Air.
Demikian sambutan kami dan terima kasih atas perhatiannya.
”Dirgahayu Koperasi Indonesia”.
Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thoriq,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
raft :



Jakarta, 12 Juli 2008

Menteri Negara



Suryadharma Ali

Tidak ada komentar: